Selasa, 20 April 2010

Penilitian Tindakan dengan Team Assisted Individuality

Model Pembelajaran Team Assisted Individualy (TAI) Meningkatkan Motivasi dan Aktivitas Belajar IPA Biologi Pada Kelas VIII.4 di SMP Negeri 1 Barru Kabupaten Barru.


Abdul Zakaria, S.Pd.

2008


A. LATAR BELAKANG

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Recearch) dengan judul "Model Pembelajaran Team Assisted Individualy (TAI) Meningkatkan Motivasi dan Aktivitas Belajar IPA Biologi Pada Kelas VIII.4 di SMP Negeri 1 Barru Kabupaten Barru yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan aktivitas belajar siswa melalui Model pembelajaran Team Assisted Individuality (TAI) atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dalam membangkitkan motivasi dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajar IPA Biologi. Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya dilakukan pembaharuan dalam peningkatan kreativitas mengajar dalam pengelolaan proses pembelajaran sebagai respon semakin lemahnya kualitas belajar siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran tidak kontekstual dan kinerja siswa rendah, baik dalam proses maupun produk belajaranya merupakan indikatornya.

Pembelajaran demikian berpotensi menimbulkan kejenuhan, kebosanan, serta nenurunkan minat dan motivasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian permasalahan, melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai agen pembelajar. Peningkatan kreativitas mengajar guru mutlak perlu dikembangkan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif untuk mendapatkan data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif, dan kolaboratif. Pengembangan program didasarkan pada data-data dan informasi dari siswa, guru dan setting sosial kelas secara alamiah melalui dua tahapan siklus penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Barru Kabupaten Barru dengan jumlah siswa 37 orang yang terdiri dari 18 laki-laki dan 19 perempuan. Siklus pertama dilaksanakan selama dua kali pertemuan dan siklus kedua dilaksanakan juga selama dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data adalah (1) aktivitas belajar siswa berupa hasil observasi unjuk kerja siswa selama pembelajaran dan (2) angket motivasi belajar yang dilaksanakan setiap akhir siklus.

Pada siklus pertama sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar TAI atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan tentang hakekat pembelajaran cooperatif type Assisten. Di lain pihak guru sebagai peneliti dalam PTK ini juga belum maksimal dalam mengimplementasikan model pembelajaran Team Assisted Individualy (TAI) hal ini terlihat dengan hasil observasi kinerja guru yang hanya mencapai skor 36 atau 64,29% dari skor ideal 56. Pada siklus kedua siswa dan guru sudah mulai memahami implementasi pembelajaran model Team Assisted Individualy (TAI) dengan skor 48 atau 85,71% . Tabel kinerja guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran Team Assisted Individualy (TAI) adalah sebagai berikut:


No

Kondisi

Siklus I

Siklus II

Peningkatan

1

Skore

36

48

12

2

Persentase

64,29%

85,71%

21,42%


Tabel 1. Peningkatan kinerja guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran Team Assisted Individuality (TAI)

Unjuk kerja siswa pada siklus pertama hanya mencapai skor rata-rata 69, dan pada siklus kedua berhasil mencapai skor rata-rata 76. Tabel unjuk kerja siswa selama implementasi model pembelajaran Team Assisted Individualy (TAI) adalah sebagai berikut:


Klp.

SIKLUS

I

II

I

II

I

II

I

II

Interaksi

Assisted

Kesimpulan

Rata-rata Unjuk Kerja

I

63

75

63

75

75

75

67

75

II

50

63

63

88

75

75

63

75

III

63

75

63

75

75

75

67

75

IV

63

50

63

88

63

75

63

71

V

75

75

75

75

88

88

79

79

VI

88

88

63

88

63

63

71

79

VII

75

75

63

88

88

75

75

79

VIII

88

88

63

63

50

63

67

71

Jml

565

588

514

638

577

588

614

604

Rata-rata

70,56

74

64,19

80

72,06

73

69

76

Tabel 2. Peningkatan Unjuk kerja siswa selama implementasi model pembelajaran Team Assisted Individuality (TAI)

Sikap siswa terhadap implementasi model pembelajaran TAI atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) pada kondisi perhatian berubah ke arah positif dari kategori perhatian cukup baik (4,125) menjadi perhatian baik dengan rata-rata(4,504), dan kondisi dan kategori Relevansi baik (3,4875) pada siklus pertama meningkat menjadi kategori Relevansi sangat baik (4,4125) pada siklus kedua, kondisi kategori percaya diri cukup baik (3,47) pada siklus pertama menjadi kondisi berkategori Percaya diri
baik (4,361), serta kondisi dan kategori Kepuasan baik (4,29) menjadi kondisi dengan kategori Kepuasan sangat baik (4,542) pada siklus kedua. singkatnya dapat dilihat pada tabel berikut:

No

Kondisi

Siklus I

Siklus II

Gabungan Rata-rata

Kriteria

Gabungan Rata-rata

Kriteria

1

Perhatian

4,125

Perhatian

4,504

perhatian baik

2

Relevansi

4,504

Sangat

Relevansi

4,4125

Relevansi sangat baik

3

Percaya diri

3,4875

Cukup Percaya diri

4,361

Percaya diri
baik

4

Kepuasan

4,4125

Puas

4,542

Kepuasan sangat baik


Tabel 3. Peningkatan sikap dan motivasi siswa dalam pembelajaran dengan model pembelajaran Team Assisted Individuality (TAI)


Implementasi TAI atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK, dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran TAI atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar IPA Biologi pada kelas VIII.4 di SMP Negeri 1 Barru Kab. Barru.

Kata kunci: Minat
belajar, aktivitas belajar, kondisi dan model pembelajaran TAI atau Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK.

n.b:

Untuk beberapa tulisan lainnya silahkan call me in 0811448593 untuk didiskusikan…..learning to do.









Tidak ada komentar :

Poskan Komentar