Sabtu, 26 Desember 2009

Kata-kata Operasional Indikator

DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK MENYUSUN INDIKATOR .

Ranah Kognitif, memiliki enam aspek antara lain : ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

a) Ingatan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: menyebutkan, menggambarkan, mendefinisikan, memberi ciri, menyusun daftar, mengingat kembali, memproduksi.

b) Pemahaman, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: mengubah, menjelaskan, mengikhtisarkan, menyusun kembali, menafsirkan, membedakan, memperkirakan, memperluas, menyimpulkan, menganulir.

c) Penerapan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: memperhitungkan, mendemonstrasikan, mengubah struktur, mengembangkan, menerapkan, menggunakan, menemukan, menyiapkan, memproduksi, menghubungkan, meramalkan, menangani.

d) Analisis, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: membedakan dan mendiskriminasikan, mendiagramkan, memilih, memisahkan, membagi-bagikan, mengilustrasikan, mengklasifikasikan.

e) Sintesis, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: mengatagorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali, menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur.

f) Evaluasi, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: menyimpulkan, mengkritik, mendukung, menerangkan, mengikhtisarkan, membandingkan, mempertentangkan, membenarkan, mendiskriminasikan, menghubungkan, meringkaskan.

Ranah Afektif, memiliki lima aspek anatara lain yaitu : penerimaan, memberi respon, penilaian, pengorganisasian, dan karakteristik.

a) Penerimaan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: bertanya, menggambarkan, mengikuti, memberi, menyelenggarakan, mengidentifikasi, menempatkan, menanamkan, memilih, menggunakan.

b) Memberi Respon, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: menjawab, menaati, menyetujui, membantu, menceritakan, melaksanakan, mempersembahkan, menuliskan, menunjukkan.

c) Penilaian, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: menggambarkan, menerangkan, mengikuti, mengajak, bergabung, memohon, melapor, bekerja.

d) Pengorganisasian, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator RPP adalah: mematuhi, mengatur, menggabungkan, mempertahankan, menggeneralisasikan, menggembangkan.

e) Karakteristik, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: mengorganisasi, menyintesiskan, mempergunakan, mendengarkan, melaksanakan, mempraktekan, memohon, menanyakan, merevisi, memecahkan masalah, menelaah kembali kebenaran sesuatu.

Ranah Psikomotor, memiliki lima aspek yaitu: peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, dan pengalamiahan.

a) Peniruan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: merakit, membersihkan, mengubah, membetulkan, mengencangkan, mengikuti, memegang, memanipulasi, menempatkan, memukul.

b) Manipulasi, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: merakit, membangun, melapisi, mengebor, menguatkan, menggurinda, memalu, memperbaiki, mengampelas, menggergaji.

c) Ketetapan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: sama dengan manipulasi, tetapi dengan kontrol yang lebih dari kesalahan lebih sedikit.

d) Artikulasi, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator adalah: memeriksa skala, mengalami, mengidentifikasi, menempatlan, memanipulasi, menjahit, menajamkan, membungkus, menulis.

e) Pengalamiahan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator RPP adalah: merakit, mendemonstrasikan, menampilkan, menjalankan, membangun, mengarang.

DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK MENYUSUN INDIKATOR

Daftar Kata Kerja Operasional untuk Ranah Kognitif

Daftar Kata Kerja Operasional untuk Ranah Afektif

Daftar Kata Kerja Operasional untuk Ranah Psikomotor

JENIS TES YANG DAPAT DITERAPKAN DALAM PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA

Hasil penilaian dalam pembelajaran Bahasa meliputi (1) aspek penilaian, (2) cara melakukan penilaian, dan (3) pelaporan hasil penilaian. Aspek penilaiannya berupa aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Penilaian yang digunakan adalah penilaian sebenarnya (authentic assessment) yaitu penilaian berbasis kelas. Sesuai dengan prinsip authentic assessment kompetensi siswa dapat diukur dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber. Alat penilaian otentik meliputi (1) hasil karya berupa karya seni, laporan, gambar, bagan, tulisan, dan benda, (2) penugasan berupa proyek/kegiatan dan laporan, (3) unjuk kerja berupa presentasi atau penampilan siswa, (4) tes tertulis berupa ulangan harian dan ulangan semester, serta (5) kumpulan hasil kerja siswa (portopolio) berupa karya siswa meliputi laporan, gambar, peta, dan tabel-tabel.

Hal-hal yang harus diperlukan dalam penilaian :

a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaiaan kompetensi

b. Penilaian menggunakan acuan, kriteria ; yaitu berdasarkan apa yang bias dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjuatan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetenpsi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

d. Hasil penelitian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remidi bagi peserta didik yang pencapaiaan kompetensi di bawah criteria ketuntasan dan porogram pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kritera ketuntasan.

e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk / hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar